S1 Teknologi Pangan
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya.
Info: 081234506326 - 081233752227.
PIN BB: 53B4EFD8 - 2A1CE131

Sabtu, 17 Oktober 2015

Demo Molecular Gastronomy Kaviar & Mango Spheres di SMAK Santa Maria Surabaya



Akpar Majapahit Ramaikan Expo Pendidikan di SMAK Santa Maria

Chef Della Demo Masak dengan Teknik Gastronomi Molekuler

PARTISIPASI Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit dalam ajang Expo Pendidikan di SMAK Santa Maria Surabaya, Sabtu (10/10/2015) siang itu terbuktik sukses mewarnai  kemeriahan pameran di sekolah lanjutan yang beralamat di Jl Raya Darmo tersebut.

Betapa tidak, aksi Chef Adelia Nadia Daniel  dengan dibantu dua mahasiswa Akpar Majapahit, Indra Gunawan dan Ria Emanuela—unjuk ketrampilan dalam demo masak dengan teknik gastronomi molekuler di gelaran itu sehingga mengundang perhatian para pengunjung pameran.

Chef Della, demikian dosen cantik itu biasa disapa, menyiapkan pembuatan kaviar dengan teknik gastronomi molekuler kaviar sehari sebelum gelaran expo di laboratorium S1 Food Technology. Kaviar itu bahannya dari jus mangga yang di-treatment dengan asam alginate, untuk memberi sensasi pada jus mangga saat disantap.

Dengan di-treatment pakai asam alginate, jus mangga tampil tidak seperti lazimnya karena bentuknya telah berubah seperti kuning telur. Jus mangga itu yang di-treatment dengan asam alginate telah terlapisi membran sehingga membentuk bulatan mirip kuning telur.

Saat kaviar dari jus mangga itu ditaruh disendok dari plastik, maka pengunjung stand Akpar Majapahit diminta mencicipi kaviar itu. Nah, sensasinya baru terasa saat kaviar dimasukkan ke dalam mulut karena butiran mirip kuning telur itu langsung meletus.

Sesasi itu yang tidak kami dapatkan saat menikmati jus mangga yang ditaruh dalam gelas plastik dan dinikmati pakai sedotan,” tutur seorang siswi SMAK Santa Maria bersama  beberapa sahabatnya, usai mencicipi kaviar di  booth Akpar Majapahit.

Sensasi berikutnya ditunjukkan Chef Della kepada pengunjung stand Akpar Majapahit saat pengunjung diminta mencicipi  biskuit yang telah di-treatment dengan nitrogen cair. Nitrogen cair tersebut bersuhu sekitar  -180 C.

Jadi begitu biskuit direndam dalam nitrogen cair, kemudian biskuit dimakan, maka sensasi yang muncul adalah keluar asap dari mulut dan dua lubang hidung. Mulut dan hidung terasa dingin dan segar, sedangkan citarasa biskuit tidak berubah. Biskuitnya tetap renyah dan enak rasanya.

Kedua contoh itu merupakan sekelumit dari cara memasak dengan mengadopsi teknik gastronomi molekuler. Teknik memasak canggih ini juga diajarkan kepada mahasiswa Advanced Culinary & Pastry Class maupun mahasiswa S1 Food Technology Akpar Majapahit.

Selain menghadirkan demo memasak yang lain dari biasanya, tim marketing Akpar Majapahit yang dipimpin Chef Yuda Agustian juga sibuk melayani pertanyaan siswa dan orang tua siswa SMAK Santa Maria yang menghadiri expo pendidikan di sekolah tersebut.

Baik siswa kelas X, XI maupun siswa kelas XII SMAK Santa Maria antusias menanyakan kelebihan belajar Culinary & Patisserie, Pariwisata dan Perhotelan di Kampus Akpar Majapahit. Pasalnya, kuliah di Akpar Majapahit, calon mahasiswa bisa mengambil program D1, D2, D3 atau S1, sesuai kebutuhan yang bersangkutan.

Kalau siswa ingin mengambil program D1 atau D2, pendidikan non gelar, bisa daftar di Tristar Institute Kaliwaron. Jika ingin ambil D3 bisa kuliah di Akpar Majapahit Jemursari, program S1 Culinary Business kerjasama antara Akpar Majapahit dan IEU.

”Selain itu, jika Anda tertarik kuliah di Batu, Bogor atau Jakarta, kami juga buka cabang di kota-kota tersebut. Bahkan kami juga membuka program pelatihan kerja di kapal pesiar atau Tristar Cruise Training Centre (TCTC)  bekerjasama dengan operator kapal pesiar terkemuka di Eropa dan AS,” terang Yuda didampingi staf marketing Monica Berliana Sulindra.

Monica menambahkan, dari gelaran expo pendidikan di sekolah tersebut, pihaknya fokus untuk mengenalkan kelebihan kampus Akpar Majapahit kepada siswa kelas X, XI dan XII yang datang ke stand Akpar Majapahit. ”Tidak hanya kepada siswa, kami juga mengapresiasi pernyataan kritis dari orang tua siswa yang ingin mengetahui lebih banyak seputar kampus Akpar Majapahit,” pungkasnya. (ahn)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar